Jumat, 20 Maret 2015

Tugas 1. Psikologi Umum 2

Diposting oleh Kia di 06.08 0 komentar
 Proses Sensasi Persepsi pada Manusia


Penjelasan :
Persepsi adalah proses mengenali objek atau peristiwa yang terjadi pada individu setelah mendapatkan stimulus melalui pengindraan.
Menurut Plotnik (2005). Persepsi adalah pengalaman yang didapatkan individu setelah otak menyusun dan mengombinasikan ribuan sensasi individual (hasil penginderaan) yang tidak bermakna menjadi suatu pola atau kesan yang bermakna.
Proses terjadinya persepsi ketika stimulus (objek atau peristiwa) diterima oleh alat indra (mata, hidung, telinga, lidah dan alat peraba) dengan pertimbangan ambang bawah sadar secara kuat atau lemah. Kemudian stimulus tersebut diorganisasikan dan diinterprestasikan menjadi sensasi dan ketika individu menyadari, mengenali atau mengerti apa yang diinderakan dan terjadilah proses persepsi. Respons sebagai dari persepsi dapat diambil oleh individu dalam berbagai bentuk.
Faktor-Faktor pada Persepsi 
Beberapa faktor yang ikut berperan dalam membentuk persepsi
Faktor Internal
1.    Alat indera, syaraf, dan pusat susunan syaraf
Alat indera, atau reseptor berfungsi untuk menerima stimulus. Sedangkan syaraf sensoris berperan dalam meneruskan stimulus yang diterima reseptor, ke pusat susunan syaraf yaitu otak sebagai pusat kesadaran. Supaya terjadi respons diperlukan syaraf motorik.
2.   Perhatian
Agar terjadi proses persepsi diperlukan perhatian. Perhatian adalah pemusatan atau pengonsentrasian seluruh aktivitas individu pada satu atau sekumpulan objek.  Dalam kehidupan manusia setiap saat akan menerima banyak sekali rangsangan dari lingkungan, namun tidak harus menanggapi semua rangsangan yang diterimanya. Individu biasanya hanya memusatkan perhatian pada rangsang-rangsang tertentu saja.
Faktor Eksternal
1.    Objek yang dipersepsi
Persepsi mengandaikan adanya objek yang dipersepsi. Objek menimbulkan stimulus yang memicu atau merangsang alat indera atau reseptor. Stimulus bisa datang dari luar dan ada juga stimulus yang datang dari dalam individu yang mempersepsikan.
2.   Nilai-nilai dan kebutuhan individu
Nilai-nilai dan kebutuhan individu sangat mempengaruhi proses persepsi. Contoh : seorang seniman akan berbeda dalam pengamatan dibandingkan dengan yang bukan seniman.

Proses Perubahan Sensasi Persepsi
1.  Stimulus : Individu dapat menerima bermacam-macam stimulus pada satu titik waktu tertentu. Ada stimulus yang disadari dan tidak disadari agar dapat disadari individu, stimulus harus cukup kuat. Walaupun perhatian individu cukup besar, tetapi bila stimulus tidak cukup kuat, maka stimulus itu tidak disadari dan karenanya tidak dapat dipersepsi oleh individu bersangkutan stimulus akan semakin kuat bila kekuatan stimulus ditambah dan dengan penambahan itu orang akan mampu membedakan kekuatan stimulus satu dengan yang lain. Akan tetapi penambahan kekuatan stimulus tidak selalu disadari. Bisa saja pada suatu saat, ketika seseorang akan menambah kekuatan stimulus, pertambahan kekuatan tersebut sudah tidak disadari. Itu berarti stimulus telah mencapai ambang absolut sebelah atas atau ambang terminal, yaitu kekuatan stimulus maksimal.
2.      Transductive : Proses tranduksi stimulus yang ada primary area
3.  Brain Primary area : Dalam hal ini Primary area berfungsi menerima sensasi-sensasi pertama yang utama sehingga sensasi tersebut dapat di teruskan ke asosiasi area.
4.  Brain Association area : Cortex penglihatan utama mengirim sensasi penglihatan yang sederhana ke area asosiasi terdekat, yang berfungsi member makna atau menghubungkan sensasi tersebut dengan bagian-bagian lain dari rangsangan.
Daftar Pustaka :
Basuki, H. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma.
 
 

Psikologi Umum 2 Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea