Proses Sensasi Persepsi pada Manusia
Penjelasan :
Persepsi adalah proses mengenali objek atau
peristiwa yang terjadi pada individu setelah mendapatkan stimulus melalui
pengindraan.
Menurut Plotnik (2005). Persepsi adalah pengalaman
yang didapatkan individu setelah otak menyusun dan mengombinasikan ribuan
sensasi individual (hasil penginderaan) yang tidak bermakna menjadi suatu pola
atau kesan yang bermakna.
Proses terjadinya persepsi ketika stimulus
(objek atau peristiwa) diterima oleh alat indra (mata, hidung, telinga, lidah
dan alat peraba) dengan pertimbangan ambang bawah sadar secara kuat atau lemah.
Kemudian stimulus tersebut diorganisasikan dan diinterprestasikan menjadi
sensasi dan ketika individu menyadari, mengenali atau mengerti apa yang
diinderakan dan terjadilah proses persepsi. Respons sebagai dari persepsi dapat
diambil oleh individu dalam berbagai bentuk.
Faktor-Faktor pada Persepsi
Beberapa faktor yang
ikut berperan dalam membentuk persepsi
Faktor Internal
1.
Alat
indera, syaraf, dan pusat susunan syaraf
Alat
indera, atau reseptor berfungsi untuk menerima stimulus. Sedangkan syaraf
sensoris berperan dalam meneruskan stimulus yang diterima reseptor, ke pusat
susunan syaraf yaitu otak sebagai pusat kesadaran. Supaya terjadi respons
diperlukan syaraf motorik.
2.
Perhatian
Agar
terjadi proses persepsi diperlukan perhatian. Perhatian adalah pemusatan atau
pengonsentrasian seluruh aktivitas individu pada satu atau sekumpulan
objek. Dalam kehidupan manusia setiap
saat akan menerima banyak sekali rangsangan dari lingkungan, namun tidak harus
menanggapi semua rangsangan yang diterimanya. Individu biasanya hanya
memusatkan perhatian pada rangsang-rangsang tertentu saja.
Faktor
Eksternal
1. Objek yang dipersepsi
Persepsi mengandaikan adanya objek yang dipersepsi. Objek menimbulkan
stimulus yang memicu atau merangsang alat indera atau reseptor. Stimulus bisa
datang dari luar dan ada juga stimulus yang datang dari dalam individu yang
mempersepsikan.
2. Nilai-nilai dan kebutuhan individu
Nilai-nilai dan kebutuhan individu sangat mempengaruhi
proses persepsi. Contoh : seorang seniman akan berbeda dalam pengamatan
dibandingkan dengan yang bukan seniman.
Proses
Perubahan Sensasi Persepsi
1. Stimulus : Individu dapat menerima
bermacam-macam stimulus pada satu titik waktu tertentu. Ada stimulus yang
disadari dan tidak disadari agar dapat disadari individu, stimulus harus cukup
kuat. Walaupun perhatian individu cukup besar, tetapi bila stimulus tidak cukup
kuat, maka stimulus itu tidak disadari dan karenanya tidak dapat dipersepsi
oleh individu bersangkutan stimulus akan semakin kuat bila kekuatan stimulus
ditambah dan dengan penambahan itu orang akan mampu membedakan kekuatan
stimulus satu dengan yang lain. Akan tetapi penambahan kekuatan stimulus tidak
selalu disadari. Bisa saja pada suatu saat, ketika seseorang akan menambah
kekuatan stimulus, pertambahan kekuatan tersebut sudah tidak disadari. Itu
berarti stimulus telah mencapai ambang absolut sebelah atas atau ambang
terminal, yaitu kekuatan stimulus maksimal.
2.
Transductive : Proses tranduksi
stimulus yang ada primary area
3. Brain Primary area : Dalam hal ini
Primary area berfungsi menerima sensasi-sensasi pertama yang utama sehingga
sensasi tersebut dapat di teruskan ke asosiasi area.
4. Brain Association area : Cortex
penglihatan utama mengirim sensasi penglihatan yang sederhana ke area asosiasi
terdekat, yang berfungsi member makna atau menghubungkan sensasi tersebut
dengan bagian-bagian lain dari rangsangan.
Daftar Pustaka :
Basuki, H. (2008). Psikologi Umum. Jakarta:
Universitas Gunadarma.
