Jumat, 26 Juni 2015

Berpikir dan Berbahasa

Diposting oleh Kia di 05.56 0 komentar
A.    Kegiatan berpikir dan berbahasa
     Pengertian berpikir sangat bergantung pada cara atau sudut pandang. 
1.     Menurut Behaviourisme, berpikir merupakan penguatan antara stimulus dan repons. 
2.     Menurut Asosiasionis, berpikir merupakan asosiasi antara tanggapan yang satu dengan yang lain.
3. Menurut Kognisi, berpikir merupakan pemrosesan informasi mulai dari stimulus yang ada sampai pemecahan maslah atau goal state. 
Berpikir merupakan proses kognitif yang berlangsung dari stimulus hingga respon untuk memecahkan masalah, membuat keputusan, menghasilkan sesuatu yang baru, melakukan adaptasi dengan lingkungan, membentuk dan memilih lingkungan.
B.      Tahap-tahap berpikir dan berbahasa
Menurut Piaget mengelompokkan tahap-tahap perkembangan kognitif menjadi 4, yaitu :
1.       Tahap sensorimotor (0-2 tahun)
Pada tahap ini, pemikiran anak lebih dilandaskan pada tindakan inderawinya. Piaget membagi tahap sensorimotor dalam 6 periode, yaitu :
1.  Periode refleks (0-1 bulan)
2.  Periode kebiasaan (1-4 bulan)
3.  Periode reproduksi kejadian yang menarik (4-8 bulan)
4.  Periode koordinasi skemata (8-12 bulan)
5.  Periode eksperimen (12-18 bulan)
6.  Periode representasi (18-24 bulan) 
2.       Tahap praoperasi (2-7 tahun)
Pada tahap ini, anak mulai berpikir dengan menggunakan simbol-simbol untuk menghadirkan suatu benda atau pemikiran, khususnya penggunaan bahasa.
3.       Tahap operasi konkret (8-11 tahun)
Pada tahap ini, anak mulai berpikir dengan menggunakan aturan-aturan logis yang jelas.
4.       Tahap operasi formal (11  tahu ke atas)
Pada tahap ini, anak mulai berpikir abstrak, hipotesis, deduktif, dan induktif. 
Referensi :
Basuki, H. (2008). Psikologi Umum. Jakarta : Universitas Gunadarma.

Jumat, 20 Maret 2015

Tugas 1. Psikologi Umum 2

Diposting oleh Kia di 06.08 0 komentar
 Proses Sensasi Persepsi pada Manusia


Penjelasan :
Persepsi adalah proses mengenali objek atau peristiwa yang terjadi pada individu setelah mendapatkan stimulus melalui pengindraan.
Menurut Plotnik (2005). Persepsi adalah pengalaman yang didapatkan individu setelah otak menyusun dan mengombinasikan ribuan sensasi individual (hasil penginderaan) yang tidak bermakna menjadi suatu pola atau kesan yang bermakna.
Proses terjadinya persepsi ketika stimulus (objek atau peristiwa) diterima oleh alat indra (mata, hidung, telinga, lidah dan alat peraba) dengan pertimbangan ambang bawah sadar secara kuat atau lemah. Kemudian stimulus tersebut diorganisasikan dan diinterprestasikan menjadi sensasi dan ketika individu menyadari, mengenali atau mengerti apa yang diinderakan dan terjadilah proses persepsi. Respons sebagai dari persepsi dapat diambil oleh individu dalam berbagai bentuk.
Faktor-Faktor pada Persepsi 
Beberapa faktor yang ikut berperan dalam membentuk persepsi
Faktor Internal
1.    Alat indera, syaraf, dan pusat susunan syaraf
Alat indera, atau reseptor berfungsi untuk menerima stimulus. Sedangkan syaraf sensoris berperan dalam meneruskan stimulus yang diterima reseptor, ke pusat susunan syaraf yaitu otak sebagai pusat kesadaran. Supaya terjadi respons diperlukan syaraf motorik.
2.   Perhatian
Agar terjadi proses persepsi diperlukan perhatian. Perhatian adalah pemusatan atau pengonsentrasian seluruh aktivitas individu pada satu atau sekumpulan objek.  Dalam kehidupan manusia setiap saat akan menerima banyak sekali rangsangan dari lingkungan, namun tidak harus menanggapi semua rangsangan yang diterimanya. Individu biasanya hanya memusatkan perhatian pada rangsang-rangsang tertentu saja.
Faktor Eksternal
1.    Objek yang dipersepsi
Persepsi mengandaikan adanya objek yang dipersepsi. Objek menimbulkan stimulus yang memicu atau merangsang alat indera atau reseptor. Stimulus bisa datang dari luar dan ada juga stimulus yang datang dari dalam individu yang mempersepsikan.
2.   Nilai-nilai dan kebutuhan individu
Nilai-nilai dan kebutuhan individu sangat mempengaruhi proses persepsi. Contoh : seorang seniman akan berbeda dalam pengamatan dibandingkan dengan yang bukan seniman.

Proses Perubahan Sensasi Persepsi
1.  Stimulus : Individu dapat menerima bermacam-macam stimulus pada satu titik waktu tertentu. Ada stimulus yang disadari dan tidak disadari agar dapat disadari individu, stimulus harus cukup kuat. Walaupun perhatian individu cukup besar, tetapi bila stimulus tidak cukup kuat, maka stimulus itu tidak disadari dan karenanya tidak dapat dipersepsi oleh individu bersangkutan stimulus akan semakin kuat bila kekuatan stimulus ditambah dan dengan penambahan itu orang akan mampu membedakan kekuatan stimulus satu dengan yang lain. Akan tetapi penambahan kekuatan stimulus tidak selalu disadari. Bisa saja pada suatu saat, ketika seseorang akan menambah kekuatan stimulus, pertambahan kekuatan tersebut sudah tidak disadari. Itu berarti stimulus telah mencapai ambang absolut sebelah atas atau ambang terminal, yaitu kekuatan stimulus maksimal.
2.      Transductive : Proses tranduksi stimulus yang ada primary area
3.  Brain Primary area : Dalam hal ini Primary area berfungsi menerima sensasi-sensasi pertama yang utama sehingga sensasi tersebut dapat di teruskan ke asosiasi area.
4.  Brain Association area : Cortex penglihatan utama mengirim sensasi penglihatan yang sederhana ke area asosiasi terdekat, yang berfungsi member makna atau menghubungkan sensasi tersebut dengan bagian-bagian lain dari rangsangan.
Daftar Pustaka :
Basuki, H. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma.
 

Kamis, 23 Mei 2013

Peran IPTEK Terhadap Bidang Sosial Budaya

Diposting oleh Kia di 07.27 0 komentar


Peran IPTEK Terhadap Bidang Sosial Budaya
Pengertian IPTEK
Menurut Iskandar Alisyahbana (1980), “Teknologi telah dikenal manusia sejak jutaan tahun yang lalu karena dorongan untuk hidup yang lebih nyaman, lebih makmur dan lebih sejahtera.” Jadi sejak awal peradaban sebenarnya telah ada teknologi, meskipun istilah teknologi belum digunakan. Istilah “teknologi” berasal dari “techne“ atau cara dan “logos” atau pengetahuan. Jadi secara harfiah teknologi dapat diartikan pengetahuan tentang cara. Pengertian teknologi sendiri menurutnya adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan akal dan alat, sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, pancaindra dan otak manusia.
Sedangkan dampak adalah suatu akibat yang ditimbulkan oleh sesuatu . Jadi dampak teknologi adalah akibat yang ditimbulkan oleh suatu teknologi, bisa akibat baik bisa juga akibat buruk dalam kehidupan manusia. Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuanm ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia, memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia.
Peran IPTEK Terhadap Bidang Sosial Budaya
1.      Bidang Sosial
Dalam hal ini bidang sosial manusia dipengaruhi oleh perkembangan teknologi yang ada dimasa kini. Manusia memanfaatkan teknologi yang ada untuk berbagai macam keperluaan seperti untuk berkomunikasi, menambah wawasan, dan menghasilkan uang untuk menghidupi dirinya. Akan tetapi setiap hal yang bernilai positif pasti ada dampak-dampak yang ditimbulkan darinya , seperti halnya kemajuan IPTEK dalam bidang sosial. Ada dampak baik dan dampak buruk, dibawah ini adalah dampak berkembangan IPTEK dalam bidang sosial :
1.      Dampak Positif
1.      Mudahnya berkomunikasi dengan orang-orang yang jarak jauh.
2.      Waktu dan biaya lebih efisien.
3.      Mempermudah mencari informasi yang ingin diketahui serta menambah wawasan, dan pengetahuan.
4.     Sosialisasi kebijakan pemerintah dapat lebih cepat disampaikan kepada masyarakat.
5.      Informasi yang ada di masyarakat dapat langsung dipublikasikan, dan diterima oleh masyarakat.
2.    Dampak Negatif  
1.  Maraknya perilaku menyimpang yang terjadi dikalangan masyarakat pada umumnya, dan khususnya remaja.
2.      Timbulnya kejahatan publik.
3.      Manusia menjadi malas.
4. Kurangnya interaksi langsung antara manusia karena mereka lebih senang mengutarakan pembicaraan melalui dunia maya atau jejaringan sosial.
2. Bidang Budaya
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Peran IPTEK dalam budaya juga berpengaruh cukup besar dalam hal ini tetapi terkadang seseorang menyalah gunakan IPTEK dalam bidang budaya menjadi tidak baik. Berikut ini adalah dampak perkembangan IPTEK dalam Bidang Budaya :
1.      Dampak Positif
1.      Kita dapat mengetahui budaya-budaya yang ada dinegara-negara lain.
2.      Teknologi yang ada dapat dikolaborasikan dengan budaya-budaya yang ada.
3.      Dapat menshare budaya yang ada di negara masing-masing.
4. Tekanan, kompetisi yang tajam diberbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun, dan pekerja keras.
2.    Dampak Negatif
1.      Budaya yang ada bisa diklaim oleh negara lain.
2.      Dapat merubah budaya yang telah ada karena perkembangan IPTEK yang cukup pesat.
3.      Kehilangan jati diri budaya yang ada dinegara tersebut.
4.      Hilangnya semangat Nasionalisme.
Kesimpulan :
Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Perkembangan teknologi memang sangat diperlukan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun manusia tidak bisa menipu diri sendiri akan kenyataan bahwa teknologi mendatangkan berbagai efek negatif bagi manusia. Oleh karena itu untuk mencegah atau mengurangi akibat negatif kemajuan teknologi, pemerintah di suatu negara harus membuat peraturan-peraturan atau melalui suatu konvensi internasional yang harus dipatuhi oleh pengguna teknologi.


 

Psikologi Umum 2 Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea